Bersamamu aku rela menghemat merica bubuk

17140065122_2212e70a43_z

Laika hidup tak sampai lima jam
ingatan jalan-jalan Moscow yang beku dan perang dingin
dipanaskan di ruang angkasa
terpanggang dan Musk menyantapnya
dengan kongsi yang membosankan

Piring-piring terbang di kamarmu
mengungsi ke dalam mimpiku
setiap malam yang terlalu gelap
mimpi-mimpi di siang hari
masuk ke kantong celanaku

Di stasiun aku melihat nyawa-nyawa tertinggal
dari tubuh-tubuh yang berjalan tergesa
aku melihatmu di antara nyawa dan tubuh komuter
membenarkan rambut
melihatku diam-diam
lewat lolipop lipstik

Tadinya kita akan menjadi yang pertama
berbohong di ruang angkasa
tapi tiket roket hantu di tanganku terbuang
dan kau sudah meleleh
bersama Laika

Sampai jumpa di motel langit berikutnya
Aku sedang antre tiket spaceX

 

Gambar “Teman Seperjalanan” oleh Dindie/slorasauna.blogspot.com. Gambar-gambar Dindie lainnya bisa dicek di sini.

Advertisements

Berbau Koloni

“Sometimes I feel sorry for straight people,”
katamu sebelum kita berpisah di galle road
dan mulai membeli rindu dengan mastercard
yang pecah-belah sekejap kartu digesek

Setiap malam sehabis kelas
kita menari dan meludah di club yang berbeda
postcolonialism tak butuh tidur untuk dicerna
sebab sebelum kita lahir
roh-roh sudah membisiki
siapa musuh kita
seisi kota juga sudah mengingatkan
lewat lembap trotoar
keringat nenek moyang
yang tercampur aspal dan kottu
lewat pandangan mata laki-laki
yang menggunting kaos
jins
kemeja
dan rok mini

Toko-toko oleh-oleh itu milik bule-bule
untuk dapat membeli kita butuh password:
“please sir, we’re from poor countries”
penderitaan membentuk serat optik
menghubungkan manusia
yang memakai sari
dengan daun-daun yang gugur dari bahunya
yang memakai sarung
dengan lumbung-lumbung yang disemen
12 years of slave and beyond

Kita pun segera sadar bau kota ini
membawa kita pergi jauh lebih jauh
dari tuk tuk, bus, atau pun taksi
dan bau parfummu
tercium sepanjang februari

Kereta Hantu

Temanku kuubah menjadi kunci
membuka gerbang
pasar malam, komidi putar, gulali
dan tong setan

Pasar malam berkeliling kota
sepuluh malam untuk satu kota
satu pengunjung hanya akan datang satu kali
dua kali jika tak puas sekali
tiga kali jika perlu sekali
tapi tidak berkali-kali
jika tak ingin dicurigai
temanku yang sudah menjadi kunci

Kuubah diam-diam
ia tak sadar sudah berbentuk kunci
matamu yang berisi kereta hantu
dengan empat stasiun di mata kita
kereta melesat dari ujung matamu
tumpah ke pundak

Kuubah temanku menjadi kunci
membukamu
senyum yang terlipat dan salah sambung
apakah kaujuga mengubahnya menjadi kunci?
membukaku

Lain kali
lompat pagar saja

maksa moksa

Terlalu banyak suara, menggenangi daun telinga dan tangkai toa. Airnya keruh, banyak yang tersesat tenggelam terapung jadi bakteri parasit kuota. Jalan rumit terlihat penuh persimpangan membentuk kerutan-kerutan di wajahmu. Sendu-sendu puluhan tahun lalu yang kamu peluk setiap hari membangun gang-gang di bawah bibir dan di dahimu ada jalan lurus cemas beraspal dan di ujung mata ada menara pemancar tempat aku mencari sinyal 4G terakhir setelah berkali-kali banting HP. Peta dengan proyeksi paling tepat di dunia yang akan aku unduh untuk petunjuk jalan ke kepalaku. Karena pagi adalah pencarian ulang alasan dan bangun pagi adalah kelahiran kembali tanpa tangis dan azan di telinga, meski dengan volume isakan yang sama dalam hati dan keinginan yang sama besarnya untuk merangkak kembali ke dalam rahim.

privileges

nobody tells you to keep it secret. “don’t let people know”. no one tells you to stay realistic, one foot on the ground. or even two feet. no one questions your earnest. no “but” after “happy for you”. no ice-cold doubting nights. no “what if”. less fear. less fear. less fear. less tears. less insecurity. less confidentiality. less lies. less emergency kit. more plans. more futures. more respect. more plans. more futures. more sacrifices. more plans. more futures. more recognition. no practice to disown your sadness. no hope searching from random post on tumblr. no hunting to feel relate from content which might be blocked by your government.

less fear. less fear. less tears. more plans. more futures.

Meretas

Hari ini terbuat dari kayu yang dipinjamkan oleh pohon yang tumbuh diam-diam dan dipupuk seingatnya. Dituju lewat jalan-jalan yang dipenuhi pohon, rawa, batu, sampah, kaleng susu, dan bungkus sam soe; yang kita injak-injak selagi meretas jalan. Jalan terjahit rapi kuat double pedas digembok ramai-ramai oleh tetanggamu. Kita retas tanpa listrik di kepalamu. Kabel-kabel server yang tampak kusut di ujung rambutmu. Belok kanan kata waze, belok kiri kata googlemaps. Terabas saja katamu. Hancur dulu baru lampau. Mengajak shiva berdansa. Uninstall waze, report as spam googlemaps, kremasi smartphone-mu.

Yang pasti, sedih kita bukan kita karena sedih adalah kaleng susu dan bungkus sam soe.

Ground Control to Major Tom

Matahari tenggelam di kepalamu
maka tirai ditutup ketika
matahari masih 14.00

orang-orang menyepi di tubuhnya
menutup peti berbicara
melarung abu smartphone di ciliwung
dan tersangkut takut
belum juga sampai jakarta

Siesta!
waktunya menutup toko dan mata
mengunci pintu sendi karena
di luar hujan, petir, encok, dan ego

Pernahkah waktu selambat ini
ketika siddharta bertapa di gua hira
dan menguliti waktu
dengan gunting kuku

Nikmati sunset hingga tetes terakhir
dan kembali bersembunyi
di balik seragam astronot masing-masing

 

*minjem potongan lirik “Space Oddity” dari David Bowie:
Ground Control to Major Tom
Commencing countdown, engines on
Check ignition
and may God’s love be with you

Lima Serial Kesukaan 2016

Sebentar lagi bhay 2016. Saya mau membagi daftar serial terbaik yang saya tonton tahun ini. Di 2016 ini menonton serial tidak se-all-I-can-watch tahun-tahun sebelumnya. Dari dua belas serial yang saya ikuti di tahun ini, ada lima yang paling saya suka. Hampir semuanya serial lanjutan dari yang sudah ditonton sebelumnya. Ada juga musim-musim lanjutan yang saya malas tonton sampai selesai di tahun ini, seperti Mr. Robot.

#5 Stranger Things

Serial baru dari Netflix ini menyenangkan untuk ditonton. Saking senang dan gemasnya serian ini membuat segala snobbish comments soal serial yang jauh dari original nggak penting lagi. Karena menonton ini rasanya seperti minum cokelat hangat di hari yang dingin sambil selimutan lalu ketiduran.

tumblr_oazecff1lp1s3sirmo2_540
Dustin, yang paling ompong sekaligus paling logis satu geng.

#4 Penny Dreadful s. 3

Serial yang isinya kumpul gaib ini semakin bagus setiap musimnya. Di musim ketiganya, Vanessa Ives (Eva Green), harus berhadapan dengan drakula! Walaupun ada isu bahwa tak akan ada musim keempat, tapi kabar ini masih simpang-siur. Jadinya nanggung gila kalau ternyata nggak ada musim lanjutan karena musim ketiga seperti belum tuntas. Akhir dari musim ini seperti menjanjikan arwah-arwah, setan-setan, penyihir-penyihir, penipu-penipu, orang gila-orang gila, iblis-iblis, sampai siluman-siluman yang belum keluar dan menggila di London.

d5d16f92a5f74474c4eec461d5be6cd0
Di musim ini saya baru tahu bahwa ‘alienist’ merupakan istilah kuno untuk psikolog dan psikiater.

#3 Veep s. 5

Selina Meyer yang brengsek belum berhenti juga bikin penontonnya kesal dan suka sekaligus. Musim kelimanya tahun ini cuma membuktikan bahwa ketika kita kira dia sudah sekeji itu, dia mampu lebih keji lagi. Oh, dan musim ini terasa lebih relevan mengingat tahun ini Amerika Serikat sedang mengadakan pemilihan presiden dan salah satu calonnya perempuan. Namun, ternyata serial kadang lebih seru dan lebih masuk akal dibandingkan kenyataan.

screen-shot-2013-06-24-at-12-35-09-am
Andai saja Hillary Clinton seseru ini.

#2 Black Mirror s. 3

Setelah serial antologi ini lama dikira sudah bhayy dan tak ada terusannya, ternyata tahun ini ada kabar gembira (lagi-lagi) dari Netflix. Black Mirror musim ketiga dibuat. Lebih dari itu, yang biasanya satu musim hanya tiga episode, kali ini ada enam! Ada satu episode lagi yang belum saya tonton, tapi dari semua saya paling suka “San Junipero” untuk cerita gelap berbulu romantis. Saya dan seorang teman sepakat bahwa di balik cerianya setting 80-an, full music dan bling-bling juga romantisme, justru episode ini adalah salah satu episode dengan ide inovasi teknologi paling gelap yang pernah ada di Black Mirror. Singkatnya: akhirat 3.0.

“Uploaded to the cloud, sounds like heaven.”

Satu lagi, episode “Shut Up and Dance” yang mengingatkan kita soal teknologi internet belakangan ini, bahwa konsep pilihan hampir tidak punya arti.

#1 Better Call Saul s. 2

Spin off series dari Breaking Bad yang menceritakan pengacaranya Walter White ini awalnya bikin ragu. Setelah diikuti ternyata perasaan-perasaan gila yang bikin kita menganga saat nonton Breaking Bad muncul lagi. Terutama di episode terakhir musim ini. Better Call Saul memberikan latar belakang cerita mengapa Saul Goodman, si pengacara kriminal, bisa sampai setengil dan senyentrik di Breaking Bad. Saul masih Jimmy McGill, masih mencari-cari, masih polos, masih kalah. Yang tak kalah menarik dari cerita ini adalah hubungan Jimmy dengan kakaknya, Chuck, yang merupakan pengacara ternama.

Gambarnya yang enak, ceritanya yang baru, karakter-karakternya yang spesifik dan punya kesempatan yang sama besar untuk dibenci dan disukai, dan dialog yang nggak klise; sudah lebih dari cukup bikin serial ini serial pertama favorit saya di tahun 2016.

better-call-saul-hail

Barefoot

Pagi ini denting bel membawa saya melesat kembali ke Barefoot yang bangunannya terbuat dari kayu dan tembok tua teduh di Galle Road, Colombo, delapan bulan lalu. Bersama seorang teman baru, saya coba memanfaatkan waktu yang sudah sempit di Colombo untuk mencari oleh-oleh seadanya. Berbekal waktu tiga puluh menit dan tuktuk yang disupiri oleh seorang bapak muslim yang beberapa kali mengucap salam dalam islam untuk kami balas. Toko ini menjual mulai dari pakaian, kain, tas, mainan, kerajinan tangan, buku, sampai kartu-kartu pos yang lukisannya cerita soal teh ceylon mahal yang dipetik susah payah oleh ibu yang kemudian diminum anaknya di sebuah kedai teh jaringan global. Sejumlah foto tua lain yang memperlihatkan tetua-tetua Ceylon bergaya campuran Eropa mengingatkan saya akan salah satu nenek moyang yang berasal dari sana. Mengingatkan saya akan pesan pendek setengah kelakar ayah saya sebelum berangkat agar saya mencari kakeknya.

Ada perasaan nyaman ketika berada di toko yang sebagian besar diisi orang Eropa ini. Toko yang saya datangi dengan terburu-buru di sela istirahat kursus pendek yang menjadi tujuan saya di Colombo. Anehnya, perasaan tenang tersebut baru saya rasakan kembali pagi ini dengan tiba-tiba (terlalu tiba-tiba). Bahkan perasaan tersebut lebih jelas rasa dan artinya pagi ini dibandingkan ketika saya benar-benar berada di sana Februari lalu. Tapi apa jangan-jangan sebenarnya perasaan ini baru muncul sekarang? Perasaan baru yang terbangun akan kelaparan saya belakangan ini akan rasa tenang = serene (‘serene’ saya tulis sebagai jawaban ketika fasilitator kursus di Colombo bertanya apa yang kami harap rasakan seusai kursus ini). Maka mungkin rasa tenang yang saya coba cari pagi ini pun berwujud potongan momen saya di Barefoot. Sebelum kami kembali ke kelas dan saya membuka mata.

dsc_1409

Lost and found

You typed those wosrd worng. Never did that before. Almost never. It is 1 out of 5 probability now. You’re walking slowly on the full of cracks pavement trying to find your old self. Maybe you’d find it somewhere between your office and home, your working desk and gloomy bed. It must be anywhere, you thought. In the corners of those too long articles you’ve added to the pocket to kill your commuting time on a train. In the deepest well where the water looks pitch black and you’ve buried your sadness yesterday. Between your cable and your long time no read e-book reader. Or you could find it between the pause of an unexpected shuffled song and an awaited forever favorite song. But you could also try to look for it between the episodes of the weekly TV series which lately you forgot to illegally download. Is it possible to get back to your old regimen as Mr. Robot did reversely when you’ve arrived on a map where you feel you’ve lost and found at the same time?